ImageHost.org ImageHost.org

Penyuluh Tapin Rapatkan Barisan

RANTAU - Untuk meraih keberhasilan P2BN di Tapin, seluruh penyuluh yang ada di Tapin merapatkan barisan.Pasalnya, penyuluh merupakan simpul koordinasi yang berada di kecamatan.
 Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Hortikultura Tapin Ir Yusriansyah MP. “Sebagai simpul koordinasi, balai penyuluh pertanian yang ada di tiap kecamatan harus bergerak dan kegiatannya nampak yang dilakukan oleh para penyuluh,” ujar Yus, begitu ia kerap disapa.
Jadi kalau kegiatan dan aktivitasnya nampak, artinya antara petugas dan balai penyuluhan yang ada tetap eksis.Kunci penyuluhannya ya dua hal itu tadi. “Kalau keduanya berjalan dengan baik dan lancar, insya Allah penyuluhan di Tapin juga berjalan dengan baik, sehingga P2BN yang digadang-gadangkan bisa dicapai,” cetus Yus.
 Dijelaskan Yus, tugas seorang penyuluh  satu diantaranya adalah melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap petani, termasuk petani yang mengusahakan beras.  “Yang namanya penyuluh harus memiliki target di wilayah kerjanya masing-masing. Berapa target di wilayah kerjanya baik itu target produksi, target luas tanam, target produktivitas, dan dengan target itulah penyuluh diharapkan dapat mengetahui keberhasilan P2BN,” jelasnya.
 Untuk meningkatkan P2BN itu ada beberapa strategi yang harus dilakukan penyuluh, kata Yus lagi. Diantaranya, melalui peningkatan produktivitas.  “Jadi bagaimana meningkatkan produktivitas, diantaranya dengan menggunakan benih unggul, gunakan pupuk berimbang, dan cara tanamnya dengan jajar legowo atau SRI, kemudian pasca panennya bagaimana supaya yang tercecernya sedikit termasuk penggilingan padinya secara optimal,” bebernya.
Langkah kedua, mengembangkan program Kementerian Pertanian dengan mencetak sawah baru dan peningkatan indeks pertanaman.“Untuk di Kalimantan sendiri, indeks pertanamannya masih dibawah satu setengah dan rata-rata panen baru 1-2 kali, dan ini yang akan kita tingkatkan,” ujar Yus.
 Kemudian yang ketiga tambah Yus, strategi untuk meningkatkan produksi pangan yaitu melalui program diversifikasi pangan untuk mengoptimalkan kelompok tani dengan penganekaragaman konsumsi pangan, yang  berbasis sumber daya lokal sehingga mengurangi konsumsi beras.
 “Dan yang terakhir agar P2BN tercapai, gerakan pendampingan di lapangan agar betul-betul dilaksanakan, sehingga kesulitan petani bisa didampingi oleh penyuluh kita di lapangan,” cetusnya. Metro7/Ft
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar


Redaksi Metro7 : 0526 2025606 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878