ImageHost.org ImageHost.org

“Bairik Banih” Mengawali Syukuran Panen

TANJUNG,- Bairik atau barapai banih merupakan tradisi para petani kita sejak zaman dahulu setelah selesai melakukan panen dimana untuk memisahkan padi dengan tangkainya biasa dilakukan dengan cara diinjek-injek dengan kedua belah kaki yang dikenal masyarakat banjar bairik/barapai banih, seiring dengan kemajuan teknologi dan dengan banyaknya produsen yang berhasil menciptakan peralatan pertanian sehingga banyak tradisi petani dalam kegiatan bertani secara tradisional tidak dilakukan lagi.
Bupati Tabalong H.Anang Syakhfiani rabu (23/4) tadi berkenan hadir dalam acara syukuran panen yang dilaksanakan kelompok tani subur makmur di desa Puain Kanan kecamatan Tanta. Dalam kesempatan itu bupati bersama ketua DPRD H.Darwin Awi,Kasdim 1008 Tanjung Mayor INF.Chandra Wiguna, kepala Distanakan Johan Noor Effendi, Plt.camat Tanta Hermanto serta Kapolsek Tanta IPDA Katino berkesempatan melakukan bairik atau barapai banih pada rangkaian kegiatan syukuran panen, kegiatan bairik di iringi dengan lantunan lagu pesta panen yang dibawakan sejumlah penyanyi karaoke Amak Star menambah kemeriahan suasana.
Dalam sambutannya ketua kelompok tani subur makmur desa Puain Kanan Mahyuni menyampaikan bebera kendala permasalahan yang dihadapi para petani dalam menjalankan usaha tani setiap tahun seperti gangguan serangan hama padi tikus, ulat geraya dan beberapa jenis hama padi lainnya, disamping permasalahan yang berkaitan dengan kurang baiknya sarana irigasi termasuk pupuk dan bibit benih padi yang kurang bagus, sehingga dirasakan biaya yang dikeluarkan disbanding hasil produksi panen tidak mendapatkan keuntungan yang memadai.
 Mahyuni juga melaporkan biaya yang dikeluarkan petani dalam menggarap lahan seluas satu borongan dalam waktu tiga bulan sekitar Rp.450 ribu dan hasil padinya kalau dijual hanya memperoleh hasil sebesar Rp.550 ribu jadi untungnya hanya Rp.150 ribu perborongan selama tiga bulan.
 “Jika dibanding dengan petani karet tentu lebih banyak keuntungan bertani karet,” katanya.
 Untuk itu ia meminta kepada Distanakan agar memberikan pengarahan demi peningkatan hasil para petani.
Bupati tabalong H.Anang Syakhfiani dihadapan para petani mengatakan kegiatan syukuran panen yang diawali dengan bairik padi mengingatkan ia pada 45 tahun yang lalu pada saat ia masih kanak-kanak trut membantu orang tuanya bairik padi setiap habis panen. Terkait masalah keluhan petani Anang berjanji akan berupaya membantu mengatasi hal-hal yang dikeluhkan para petani, bahkan ia juga meminta agar para camat untuk senantiasa memikirkan permasalahan pertanian minimal 1 jam sehari supaya bidang pertanian bisa maju, dan kepada pihak Dinas instansi terkait agar mendukung penuh program dibidang pertanian. Sehingga terwujudnya Tabalong sebagai daerah lumbung padi.
 Anang Syakhfiani menyadari bahwa para petani kita sekalipun tidak ada petugas penyuluh pertanian maupun tidak adanya dukungan dari pihak pemerintah, namun yang selamanya yang namanya petani akan tetap bertani, oleh karenanya ia berkometmen untuk terus memajukan bidang pertanian,karena ia juga berlatar belakang anak seorang guru yang juga sebagai petani.Metro7/Via
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar


Redaksi Metro7 : 0526 2025606 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878