Tanjung -- Pencarian 4 hari keluarga ahirnya membuahkan hasil, jasad 4 korban diduga warga Ampah Barsel Kalteng dan Desa Jirak RT003 Pugaan Kalua Tabalong ditemukan Senin (9/2/2015). Mereka diduga dirampok dan dibunuh secara sadis.
Keempat korban tewas tersebut, Ahmad Saudi (25) dan ibunya Marsiah (40) , Ahmad Hipni (27) dan adiknya Abdul Yanur (22), ke empatnya telah tewas dengan kondisi sangat meprihatinkan, bahkan ada tubuh korban yang dipotong-potong di dalam hutan belantara Loksado HSS.
Lokasi penemuan mayat yang berjarak sekitar 2 Km dari Desa Loksado menuju Haratai di kawasan Desa Loksado, Kecamatan Loksado.
Awal penemuan empat mayat 4 korban oleh warga bermula ketika ada warga yang melintas di kebun karet mencium ada bau busuk , sekitar pukul 14.00 Wita.
Warga lalu mencari sumber bau dan menemukan sesosok mayat. Penemuan kemudian dilaporkan ke Kepolisian setempat.
Petugas yang datang ke lokasi menemukan empat mayat yang kondisinya sudah membusuk dengan posisi tengkurap. Posisi mayat ditemukan berjauhan, antara mayat satu dan lainnya berjarak sekitar 50 meter.
Kondisi keempat mayat juga sangat mengenaskan. Selain jasadnya yang sudah rusak, beberapa bagian organ tubuh bahkan ada yang hilang. Satu dari tiga mayat laki-laki sudah tidak ada lengannya. Sedangkan mayat perempuan hilang bagian kakinya. Polisi pun tak menemukan barang-barang milik para korban. Mayat korban juga ditemukan sekitar 500 meter dari jalan setapak.
Diceritakan, mertua Ahmad Saudi, Julkipli Jum’at nya sempat menerima sms “kami bulikan ae” di duga itu sms dari para perampok, karna di duga para korban sudah di bunuh malam Kamis.
Hal tersebut dikuatkan ibu korban Masjuita yang menyatakan komonikasi terahir justru di hari pertama Rabu sore dengan bunyi sms “Kami parakai sampai haratai jalan rusak banar ni sakali dah rabah” (Kami sudah dekat Haratai tapi ini lagi rusak jalan dan jatuh-red)
Dan malam kamisnya di telpn sudah tidak ada jawaban lagi dan mulai kamis pagi hp ke dua korban asal Pugaan itu sudah tidak aktif lagi.
Hal tersebut juga dibenarkan istri Yanur, Mariati (21) malam kamis ditelp lagi tidak diangkat “tapi malam kamis itu HP masih bisa di telpon walaupun tidak diangkat suami saya cuma bawa uang kes Rp 1,5 juta, dan uang untuk beli kayu Gharu Rp 25 juta masih ada didalam ATM,” katanya.
Keluarga berharap aparat kepolisian bergerak cepat dan sungguh sungguh mengejar para pelaku yang sudah membunuh keluarga mereka secara sadir tanpa balas kasihan. “Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk menemukan para pelaku dan menghukumnya seberat-beratnya,” pinta mereka. (Metro7/Rz)
Keempat korban tewas tersebut, Ahmad Saudi (25) dan ibunya Marsiah (40) , Ahmad Hipni (27) dan adiknya Abdul Yanur (22), ke empatnya telah tewas dengan kondisi sangat meprihatinkan, bahkan ada tubuh korban yang dipotong-potong di dalam hutan belantara Loksado HSS.
Lokasi penemuan mayat yang berjarak sekitar 2 Km dari Desa Loksado menuju Haratai di kawasan Desa Loksado, Kecamatan Loksado.
Awal penemuan empat mayat 4 korban oleh warga bermula ketika ada warga yang melintas di kebun karet mencium ada bau busuk , sekitar pukul 14.00 Wita.
Warga lalu mencari sumber bau dan menemukan sesosok mayat. Penemuan kemudian dilaporkan ke Kepolisian setempat.
Petugas yang datang ke lokasi menemukan empat mayat yang kondisinya sudah membusuk dengan posisi tengkurap. Posisi mayat ditemukan berjauhan, antara mayat satu dan lainnya berjarak sekitar 50 meter.
Kondisi keempat mayat juga sangat mengenaskan. Selain jasadnya yang sudah rusak, beberapa bagian organ tubuh bahkan ada yang hilang. Satu dari tiga mayat laki-laki sudah tidak ada lengannya. Sedangkan mayat perempuan hilang bagian kakinya. Polisi pun tak menemukan barang-barang milik para korban. Mayat korban juga ditemukan sekitar 500 meter dari jalan setapak.
Diceritakan, mertua Ahmad Saudi, Julkipli Jum’at nya sempat menerima sms “kami bulikan ae” di duga itu sms dari para perampok, karna di duga para korban sudah di bunuh malam Kamis.
Hal tersebut dikuatkan ibu korban Masjuita yang menyatakan komonikasi terahir justru di hari pertama Rabu sore dengan bunyi sms “Kami parakai sampai haratai jalan rusak banar ni sakali dah rabah” (Kami sudah dekat Haratai tapi ini lagi rusak jalan dan jatuh-red)
Dan malam kamisnya di telpn sudah tidak ada jawaban lagi dan mulai kamis pagi hp ke dua korban asal Pugaan itu sudah tidak aktif lagi.
Hal tersebut juga dibenarkan istri Yanur, Mariati (21) malam kamis ditelp lagi tidak diangkat “tapi malam kamis itu HP masih bisa di telpon walaupun tidak diangkat suami saya cuma bawa uang kes Rp 1,5 juta, dan uang untuk beli kayu Gharu Rp 25 juta masih ada didalam ATM,” katanya.
Keluarga berharap aparat kepolisian bergerak cepat dan sungguh sungguh mengejar para pelaku yang sudah membunuh keluarga mereka secara sadir tanpa balas kasihan. “Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk menemukan para pelaku dan menghukumnya seberat-beratnya,” pinta mereka. (Metro7/Rz)


0 Comments


