Di acara tersebut, masyarakat Desa Pangalek Kampung Sepuluh Kecamatan Upau pun menampilkan aneka seni budaya adat setempat. “Acara ini dilaksanakan agar budaya Dayak Deah bisa dilestarikan, dan masyarakat lebih mengenal budaya Dayak Deah asli Tabalong ini,” ujar Adi salah seorang Panitia Acara.
Acara yang berlokasi di Balai Adat itu dimulai dengan acara kebaktian Dayak Deah, selanjutnya persiapan pawai yang dilaksankan sebelum acara pembukaan yang dilakukan oleh Bupati H Anang Syakhfiani.
Pawai Budaya pun dilaksanakan pada siang hari, yang terdiri beberapa kelompok menyusuri jalan Desa setempat. Pawai sendiri melibatkan orang-orang dewasa dana anak-anak suku dayak. Tema pawai pun bermacam-macam seperti permainan Engrang yang dibawakan oleh anak-anak Dayak, juga kearifan lokal Dayak dengan menampilkan pakaian khas Dayak, ada yang berpakaian seperti mau ke kebun atau ke ladang, juga ke sungai mencari ikan, termasuk ada adegan seperti mau berperang adat.
Menariknya, dilokasi acara juga berdiri beberapa stan yang menjual hasil kerajinan masyarakat setempat, yakni obat-obatan asli alam Dayak, mandau, anyaman dan seni ukir kayu Dayak, juga makanan khas seperti lemang yang sebelumnya dibuat bersama-sama oleh para ibu-ibu suku Dayak Deah.
Ke khasan Desa Pangalek Kampung Sepuluh tidak hanya menyajikan gelar adat saja, tapi juga mempunyai alam yang masih asri dan beberapa obyek wisata alam yang sampai sekarang belum tergali dengan baik, untuk itu peran serta Pemerintah sangat diharapkan agar dikemudian hari bisa menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Tabalong.
Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani disambutannya menyatakan akan mengadakan Pekan Budaya Tabalong selama satu minggu, siang dan malam, dalam rangka memperingati Hari Jadi Emas Kabupaten Tabalong yang jatuh pada bulan Desember 2015 yang akan datang, termasuk Gelar budaya Dayak yang bakal digelar di Upau.
Termasuk bakal menjadikan Kecamatan Upau khususnya masyarakat Dayak Deah Kampung Sepuluh sebagai Desa Budaya dengan ciri khas budaya Dayak yang dimiliki ditambah kekayaan Agro Wisata yang dipunyai Upau.
“Upau harus memiliki ciri khas, maka itu akan kita jadikan Desa Budaya, sekaligus Desa Agro Wisata dengan kekhasan buah-buahan lokal yang dimilikinya,” katanya sembari meminta warga masyarakat Upau menyiapkan lahan 5 hektar untuk ditanami buah-buahan lokal.
Sementara itu, pada gelaran kali ini juga menarik bebrapa wisatawan lokal maupun turis yang berasal dari Italia. Mereka para wisatawan mengakui acara tersebut sangat menarik dan memastikan akan kembali menyaksikan gelaran pesta adat Dayak Deah di tahun yang akan datang. “Saya jauh -jauh dari Banjarmasin datang kesini karena tertarik dengan gelaran pesta adat Dayak ini,” kata udin salah satu wisatawan Lokal luar Tabalong.
“Harapan saya lagi, pesta adat ini dilanjutkan dan terus di tingkatkan, insya Allah tahun depan akan kesini lagi,” imbuhnya. (metro7/humas/eka)


0 Comments


