Adaro Terapkan SMK3

 Paringin,  - PT Adaro Indonesia terus menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja (SMK3) dalam rangka mengurangi angka kecelakaan kerja.
Hal tersebut disampaikan Kepala Teknik Tambang, PT Adaro Indonesia, Iswan Sujarwo di Paringin, Jumat dalam rangka bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diisi berbagai kegiatan sejak 5 sampai 11 Januari 2015.
"Peringatan bulan K3 sudah kita gelar bersama para sub kontraktor yang ada di Balangan maupun Tabalong dengan mengusung tema melalui penerapan SMK3 kita wujudkan Indonesia berbudaya K3 dalam menghadapi perdagangan bebas," jelas Iswan.
Iswan menambahkan 2014 sejumlah insiden masih terjadi, sementara kompetisi yang dihadapi semakin ketat karena itu tingkat keamanan kerja sebagai salah satu barometer kompetensi juga perlu diperbaiki.
Secara kultural, lanjut Iswan, perlu usaha keras mewujudkan K3 sebagai bagian dari budaya kerja masyarakat Indonesia, pengabaian terhadap aspek keselamatan kerja, kerap ditemui pada aktivitas kerja masyarakat, bahkan pada pekerjaan dengan resiko tinggi.
Menyongsong perdagangan bebas antar Negara Asean yang sebentar lagi bakal diberlakukan, tak hanya arus keluar masuk barang, namun kompetisi antar pekerja lintas negara, juga terbuka lebar, sehingga keandalan sumber daya pekerja lokal dihadapkan pada tantangan hebat.
Di PT Adaro sendiri langkah-langkah pembenahan baik pada sistem maupun melalui peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang ada menjadi prioritas.
Terutama pengawas, karena mereka yang menjadi ujung tombak pengelolaan resiko di lapangan, kita juga mengembangkan Adaro Preventive Program, sebagai sebuah upaya nyata dalam mencapai target zero fatality,"katanya.
Mungkin tidak mudah memenuhi upaya untuk menekan insiden hingga mencapai kesempurnaan, namun bukan tidak mungkin pula, seiring penyempurnaan sistem yang terus menerus, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pencapaian hasil maksimum bisa dilakukan.
Langkah itu pula yang saat ini sedang berjalan di lingkungan kerja Adaro, bersama para kontraktor dan subkontraktornya, pada peringatan Bulan K3 pada Januari-Februari 2015, rangkaian lomba dan seminar, mewarnai peringatan tersebut.
Kegiatan yang banyak melibatkan para operator dan mekanik ini, selain sebagai sarana penyegaran pentingnya mengutamakan unsur keselamatan, kegiatan tersebut juga menjadi wahana kampanye membudayakan K3.
"Seringkali, kita yang setiap hari berkerja dengan resiko tinggi, mudah lupa dengan faktor ancaman resiko yang dihadapi, sehingga perlu ada penyegaran untuk selalu awas dengan hal tersebut,"kata Iswan.Metro7/Antaranews Kalsel
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar