ImageHost.org ImageHost.org

Petugas Pemadam Bakal Disejahterakan

TANJUNG – Kabar menggembirakan bagi para anggota BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) Bumi Sarabakawa yang dulunya dipusingkan dengan permasalahan klasik yakni kekurangan biaya operasional bila terjadi musibah kebakaran. Sebab, lewat Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tabalong yang baru terbentuk dua pekan lalu itu sudah merencanakan berbagai solusi untuk menambah biaya operasional BPK, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan bagi para petugas sosial kebakaran.
Informasi didapat saat kunjungan kerja pihak BPBD keseluruh BPK se Tabalong, dimana hampir seratus persen pihak BPK mengeluhkan permasalahan biaya operasional plus masih kurangnya berbagai peralatan penunjang dalam menghadapi musibah kebakaran.
“Iya permasalahan yang masih jadi kendala kami (BPK) saat ini yakni terkait dana operasional. Memang ada bantuan Pemkab sekitar Rp 300 rb per triwulan untuk operasional, tapi bantuan itu cuma 20% saja membantu, 80% nya masih kami yang menanggung biaya operasional,” ucap salah seorang anggota BPK sembari mengakui untuk menambah biaya operasional pihaknya terpaksa meminta sumbangan masyarakat di jalan-jalan termasuk sumbangan di pasar.
Sementara itu Kepala BPBD Tabalong, Alfian mengakui semua permasalahan terkait biaya operasional BPK tersebut.Dikatakannya pihaknya di 2015 ini sudah merencakan berbagai program penunjang operasional BPK, diantaranya bakal memohonkan bantuan baik itu terkait biaya operasional dan peralatan penunjang lainnya ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Pusat.
Termasuk juga bakal melakukan kerjasama dengan Instansi terkait dalam hal mensejahterakan para anggota BPK, semisal pelatihan wirausaha atau membentuk koperasi bagi para BPK seluruh kecamatan.
“Lewat bantuan BNPB Pusat nantinya, paling tidak kita targetkan bisa memenuhi 40% atau 50% bantuan operasional. Dan sisanya akan kita penuhi dengan adanya pelatihan wirausaha bagi seluruh anggota BPK se Tabalong,” ucapnya.
Mantan Camat Murung Pudak ini juga memastikan BPBD Tabalong juga akan menerapkan sistem terbaik yakni cara efisien serta cepat dan tepat dalam menangani musibah kebakaran. Yaitu membentuk zona-zona di seluruh BPK yang ada. Dicontohkannya semisal ada kebakaran, maka zona BPK terdekat yang wajib terlebih dahulu maju untuk melakukan pemadaman, dan zona BPK yang agak jauh standbay dulu sebelum ada panggilan bantuan.
“Dengan begitu kami harapkan epesiensi biaya serta tepat sasaran terhadap penanganan musibah kebakaran bisa terlaksana. Termasuk juga bila ada permohonan bantuan kebakaran dari daerah tetangga, maka zona yang terdekat yang terlebih dahulu meluncur,” ucapnya lagi.
Disisi lain dalam penanganan bencana daerah pihak BPBD Tabalong pada Sabtu (10/1) tadi juga melakukan kerjasama dengan Komunitas Tabalong Adventure 4×4 Team yang MoU (Memorandum of Understanding) nya ditandatangai langsung oleh bupati Tabalong H Anang Syakhfiani dan Ketua IMI Kalsel, terkait kerjasama penanganan bencana di desa-desa terpencil.
Juga kerjasama dengan RAFI oraganisasi Orari Lokal Tabalong terkait kecepatan dan keakuratan informasi bencana daerah.BPBD Tabalong juga bakal menyebar stiker dan spanduk Call Center atau nomor-nomor penting keseluruh desa se Tabalong terkait penanganan bencana daerah. (Metro7/humas)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar


Redaksi Metro7 : 0526 2025606 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878