Amuntai --- Desa Harus RT 01, Kecamatan Amuntai Tengah, digemparkan dengan hilangnya seorang anak laki-laki M Riski Pratama (6) bin Hayatullah. Berdasarkan keterangan dari saksi, Riski bermain ditepi sungai Harus, lalu terpelisit dan menghilang tidak jauh dari tempat bermainnya, Rabu (9/4 ) tadi, sekitar pukul 18.00 Wita.
Keluarga korban dan warga berusaha mencari di lokasi menghilangnya anak malang tersebut. Lebih lanjut, Bedasarkan saksi melihat Riski bermain disekitar sungai, maka penduduk dan dibantu tim reaksi cepat (TRC) HSUmencari dengan menyusuri sungai menggenakan perahu karet namun belum ada hasil dalam pencarian tersebut.
Khairullah tim reaksi cepat (TRC) HSU membenarkan hal tersebut, bahwa dari keterangan warga Harus, Korban bermain di pinggiran sungai harus akhirnya terpelesit.
Atas laporan warga ''Kamipun langsung turun membawa peralatan untuk pencarian korban, Bermodalkan Perahu karet, TIm menyisiri sepanjang sungai Harus dengan cara menyelam dan merajak dengan sebuah tongkat panjang,” katanya.
Pencarianpun terkendala pada malam hari, yakni kurangnya penerangan dan dinginnya air pada malam. Namun, alhasil selama 36 jam pencarian korban berhasil ditemuka dalam keadaan pusisi mengapung tertelungkup oleh warga setempat yang ingin mandi kesungai, sekitar 500 meter dari tempat korban jatuh, pada hari Jum'at (11/4) sekitar pukul 06.30 Wita.(Metro7/Awir).
Keluarga korban dan warga berusaha mencari di lokasi menghilangnya anak malang tersebut. Lebih lanjut, Bedasarkan saksi melihat Riski bermain disekitar sungai, maka penduduk dan dibantu tim reaksi cepat (TRC) HSUmencari dengan menyusuri sungai menggenakan perahu karet namun belum ada hasil dalam pencarian tersebut.
Khairullah tim reaksi cepat (TRC) HSU membenarkan hal tersebut, bahwa dari keterangan warga Harus, Korban bermain di pinggiran sungai harus akhirnya terpelesit.
Atas laporan warga ''Kamipun langsung turun membawa peralatan untuk pencarian korban, Bermodalkan Perahu karet, TIm menyisiri sepanjang sungai Harus dengan cara menyelam dan merajak dengan sebuah tongkat panjang,” katanya.
Pencarianpun terkendala pada malam hari, yakni kurangnya penerangan dan dinginnya air pada malam. Namun, alhasil selama 36 jam pencarian korban berhasil ditemuka dalam keadaan pusisi mengapung tertelungkup oleh warga setempat yang ingin mandi kesungai, sekitar 500 meter dari tempat korban jatuh, pada hari Jum'at (11/4) sekitar pukul 06.30 Wita.(Metro7/Awir).



0 Comments


