Tanjung, --Keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia yang dulu sebagai tim perumus kini akan diganti menjadi tim koordinasi dan sinkronisasi, begitu juga dengan jabatan Ketua Tim Koordinasi dan Sinkronisasi, namun perubahan tersebut masih dalam wacana sambil menunggu surat keputusan Bupati Tabalong.
Menurut Kepala Bappeda Kabupaten Tabalong H Erwan saat ditemui Metro7 di ruang kerjanya baru-baru tadi. Dikatakanya untuk pengelolaan dana CSR mulai tahun 2014 dimana saat ini pihak tim dari pemerintah daerah dengan pihak CSR PT Adaro Indonesia akan melakukan evaluasi bersama terkait pengelolaan dana CSR dan sedang dibuat perencanaan alokasi dana program CSR 2013 terkait juga dana program CSR 2014 mengingat dari anggaran program CSR 2013 yang dianggarkan sekitar 17,5 M baru terserap sekitar 36%.
“Dari hasil rapat awal tim, kami telah sepakat untuk menetapkan alokasi dana CSR 2013 yang belum terserap akan ditambahkan kedalam alokasi dana program CSR tahun 2014 sehingga realisasi dana di 2014 tentu lebih besar karena ditambah dengan alokasi program 2013 yang belum terserap,” katanya.
Namun H Erwan berharap dana CSR jangan sampai ada yang tumpang tindih dengan dana APBD, intinya dana CSR digunakan untuk kegiatan yang belum terakomodir pada APBD dan diharapkan dana CSR 2014 difokuskan pada program kegiatan yang banyak menyentuh kepentingan masyarakat.
Mengenai kewilayahan tetap menjadi pertimbangan dimana ada beberapa kecamatan yang bersentuhan langsung dengan kegiatan operasional PT Adaro, akan tetapi dana CSR juga tetap saja diberikan untuk skop kabupaten secara luas. ”Intinya kita berharap dana CSR kualitas dan kuantitasnya harus lebih ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya,” terang H Erwan. Metro7/Via
Menurut Kepala Bappeda Kabupaten Tabalong H Erwan saat ditemui Metro7 di ruang kerjanya baru-baru tadi. Dikatakanya untuk pengelolaan dana CSR mulai tahun 2014 dimana saat ini pihak tim dari pemerintah daerah dengan pihak CSR PT Adaro Indonesia akan melakukan evaluasi bersama terkait pengelolaan dana CSR dan sedang dibuat perencanaan alokasi dana program CSR 2013 terkait juga dana program CSR 2014 mengingat dari anggaran program CSR 2013 yang dianggarkan sekitar 17,5 M baru terserap sekitar 36%.
“Dari hasil rapat awal tim, kami telah sepakat untuk menetapkan alokasi dana CSR 2013 yang belum terserap akan ditambahkan kedalam alokasi dana program CSR tahun 2014 sehingga realisasi dana di 2014 tentu lebih besar karena ditambah dengan alokasi program 2013 yang belum terserap,” katanya.
Namun H Erwan berharap dana CSR jangan sampai ada yang tumpang tindih dengan dana APBD, intinya dana CSR digunakan untuk kegiatan yang belum terakomodir pada APBD dan diharapkan dana CSR 2014 difokuskan pada program kegiatan yang banyak menyentuh kepentingan masyarakat.
Mengenai kewilayahan tetap menjadi pertimbangan dimana ada beberapa kecamatan yang bersentuhan langsung dengan kegiatan operasional PT Adaro, akan tetapi dana CSR juga tetap saja diberikan untuk skop kabupaten secara luas. ”Intinya kita berharap dana CSR kualitas dan kuantitasnya harus lebih ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya,” terang H Erwan. Metro7/Via



0 Comments


